Tips & Cara Mengemas Kopi yang Baik

Cara mengemas kopi yang baik dan benar, baik itu kopi bubuk sachet maupun biji kopi, sebaiknya dikuasai oleh produsen dan penjual kopi.

Sebelum mengemas, anda perlu mengetahui jenis material kemasan yang terbaik untuk mengemas produk. Pasalnya, salah memilih kemasan bisa berakibat buruk pada produk atau finansial usaha anda.

Penerapan teknologi dan cara pengemasan yang baik akan membuat umur simpan produk menjadi lebih panjang (lama).

Syarat pengemasan kopi

Dilansir dari foodcrubles.com, ada beberapa syarat & ketentuan jenis kemasan yang baik untuk kopi. Diantaranya adalah:

  • mampu menjaga aroma
  • dapat mengeluarkan gas
  • dapat menjaga produk dari udara (oksigen)

Menjaga aroma

Kemasan kopi yang baik dapat menjaga aroma kopi dalam kemasan tetap segar. Oleh karena itu, anda memerlukan jenis bahan kemas yang menghalangi permeasi molekul melalui kemasan.

Umumnya, logam (kaleng) atau bahan laminasi dapat digunakan untuk menyimpan kopi. Laminasi film terbuat dari beberapa lapis bahan yang diantaranya adalah plastik dan metal. Meskipun jenis kemasan ini mampu mempertahankan umur simpan dengan baik namun kekurangannya adalah tidak mudah didaur ulang. Perlu usaha ekstra untuk memisahkan setiap lapisan.

Kantong kertas (paper bag) kurang dapat menyimpan aroma kopi dengan baik. Molekul gas dapat keluar masuk melalui kemasan dengan bebas.

Mengeluarkan gas

Kopi memiliki struktur internal yang unik. Sel di dalam biji kopi memiliki lapisan dinding luar yang kuat, kantung air, vakuola di dalamnya.

Selama proses sangrai (roasting), terjadi proses pengeringan air. Namun demikian, struktur biji kopi tetap dan air mengalami evaporasi (penguapan). Proses ini membuat kopi bersifat berpori (porous).

Struktur kopi yang berpori akan menahan gas selama sangrai. Seiring berjalannya waktu, gas akan keluar. Komponen gas ini didominasi oleh carbon dioxide (CO2). Selama beberapa jam setelah sangrai, kopi akan mengeluarkan gas karbondioksida dalam jumlah besar.

Proses keluarnya gas karbondiaoksida ini perlu difahami oleh tukang sangrai dan pengema (coffee roaster & packer). Jika anda mengemas kopi yang baru disangrai dengan jenis kemasan yang impermeable dengan gas karbondioksida, maka kemasan akan mengembang dan rusak. Tekanan akan menjadi sangat besar bila gas tidak dikeluarkan dari kemasan.

Semakin gelap warna kopi dan semakin cepat proses sangrai, umumnya semakin banyak gas yang  dihasilkan. Ada 3 cara yang dapat ditempuh pabrikan kopi untuk mengeluarkan gas tersebut, yakni:

  1. Membiarkan biji kopi mengeluarkan gas (degas) secara alami. Durasi keluarnya gas ini bervariasi, mulai dari hitungan jam hingga beberapa hari. Sebagian besar akan keluar dari biji selama beberapa hari dengan jumlah yang makin menurun.
  2. Mengemas kopi dengan kemasan pada tekanan tertentu. Proses degassing masih akan berlanjut, namun dengan jenis kemasan tersebut prosesnya akan lebih cepat
  3. Mengemas kopi dengan kemasan yang memungkinkan gas dapat keluar secara bebas. Kemungkinan lainnya adalah aroma ikut terbawa dengan gas. 
  4. Mengemas kopi dengan kemasan yang dapat mengeluarkan gas tapi tidak mengijinkan udara masuk ke dalam kemasan. Jenis kemasan ini dapat melindungi aroma kopi dari kerusakan karena pengaruh udara. Anda bisa menggunakan jenis kemasan one way valve

Dapat melindungi produk dari oksigen

Oksigen merupakan zat yang dihindari oleh kebanyakan produk. Oksigen berkontribusi pada terjadinya reaksi oksidasi. Jika oksigen bertemu dengan minyak/lemak, maka reaksi oksidasi terjadi dan minyak menjadi tengik.

Kopi mengandung minyak sehingga perlu diproteksi dari pengaruh oksigen. Selain minyak, ada molekul lain yang juga bereaksi dengan oksigen. Secara umum, reaksi oksidasi ini menurunkan kualitas kopi

Pengaruh kelembaban dan suhu

Ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas kopi. Kelembaban (air) harus dijauhkan dari kopi saat pengemasan. Suhu yang lebih rendah pada penyimpanan dapat membuat kualitas kopi terjaga, namun bukan suhu beku.

Tujuan Pengemasan Kopi

Sebagai penjual kopi, anda perlu memperhatikan kualitas kopi, kemasan dan cara pengemasan yang baik. Berikut ini beberapa alasan mengapa anda perlu mengemas kopi dengan baik. 

Melindungi kopi dari kerusakan

Kopi, terlebih lagi kopi bubuk, merupakan jenis produk yang mudah rusak. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh kelembaban ‘air’ tinggi, udara (oksigen) atau juga suhu tinggi. Kemasan yang baik dapat melindungi produk yang disebabkan oleh faktor lingkungan tersebut.

Memudahkan penyimpanan dan distribusi

Kopi dalam kemasan lebih mudah disimpan dan distribusikan. Selain itu, selama proses distribusi, kopi tidak akan berceceran.

Manfaat lain dari kemasan adalah memudahkan proses perhitungan jumlah produk. Resiko produk hilang, rusak, tercecer, atau risiko dapat diketahui dengan mudah. 

Menjadi ciri khas kopi

Kemasan produk ibarat baju bagi manusia. Anda bisa menciptakan desain kemasan sehingga produk anda dapat dibedakan dengan produk lain secara lebih mudah oleh konsumen.

Desain kemasan kopi dapat dijadikan sebagai sarana branding. Anda bisa mengirimkan pesan kepada customer anda melalui label kemasan, logo atau warna kemasan. Jika kemasan anda unik dan menarik maka konsumen dengan mudah mengetahui bahwa itulah produk kopi anda.

Cara Mengemas Kopi yang Baik dan Benar 

Tips & Cara Mengemas Kopi yang Baik: Kopi Bubuk & Sachet

Kopi yang dikemas dengan jenis kemasan dan cara pengemasan yang benar akan terjaga kualitas aroma dan rasanya. Selain itu, daya umur simpan (shelf life) produk pun menjadi lebih lama. Berikut ini adalah tahapan cara mengemas kopi yang baik dan benar:

Menyiapkan alat dan bahan untuk mengemas kopi

Langkah pertama dalam pengemasan produk kopi adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Alat dan bahan tersebut adalah:

  • Produk kopi yang akan dikemas. Sebaiknya kopi ditempatkan dalam wadah khusus agar lebih mudah diambil saat dikemas. 
  • Wadah atau kemasan produk. Sesuaikan dengan kebutuhan, baik dari segi ukuran, jenis bahan kemas, warna ataupun spesifikasi lainnya. 
  • Timbangan. Anda bisa gunakan timbangan dapur dengan kapasitas antara 1 gram hingga 10 kg atau lebih. 
  • Sendok atau alat untuk memindahkan kopi ke dalam kemasan.

Memasukkan kopi dalam kemasan

Setelah semua peralatan dan bahan sudah siap, langkah berikutnya adalah memasukan kopi ke dalam kemasan. Gunakan sendok bersih agar kualitas kopi terjaga. Ambil kopi sesuai takaran yang anda jual, baik itu 50 gr, 100 gr, 250 gram atau yang lainnya. Gunakan jenis kemasan yang cocok dengan bobot produk.

Menimbang bobot kopi

Penimbangan bobot dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang ditimbang telah tepat sesuai klaim di label kemasan. Jika di kemasan tertera netto (berat bersih), maka bobot kemasan tidak dihitung.

Konsumen pun benar-benar mendapatkan kopi sesuai dengan keterangan di kemasan. Jika label kemasan tertulis 50 gr maka konsumen memang mendapatkan kopi seberat 50 gr. Hal ini bermakna, berat isi kopi bersih bukannya berat kotor (bruto).

Bila anda menjual kemasan dengan jenis bahan kemasan yang berat, misalnya toples kaca atau kaleng maka timbang dulu kemasan dalam keadaan kosong. Anda dapat menggunakan fungsi TARE dalam timbangan. Dengan fungsi tersebut, bobot kemasan akan dianggap 0 (nol) dan anda hanya menimbang bobot produk saja. Anda dapat menggunakan timbangan analitik digital supaya lebih presisi.

Menutup rapat kemasan

Usai ditimbang dan berat kopinya sudah pas, maka anda bisa menutup rapat kemasan dengan segel. Beberapa jenis kemasan standing pouch dilengkapi dengan lock zipper. Jenis kemasan gusset ada yang dilengkapi dengan tintie untuk menutup kemasan. Ini memudahkan anda.

Bila kemasan tidak dilengkapi fitur tin tie, zipper lock atau pengunci embedded maka anda bisa menggunakan mesin sealer. Ada yang mesin sealer manual, semi otomatis dan full otomatis.

Rapatnya kemasan produk ini dapat melindungi produk kontak dengan udara, panas dan kelembaban air. Faktor lingkungan tersebut dapat menyebabkan kerusakan kopi. Sebisa mungkin untuk membuat kemasan kedap udara atau diisi dengan gas inert seperti nitrogen.

Memasang label

Sebenarnya tahapan ini sifatnya opsional.

Bila anda menggunakan label kemasan printed (cetakan) atau sablon dan menyatu dengan kemasan, maka proses labeling tidak perlu dilakukan. Namun, bila skala usaha anda home industri dan mengemas produk secara manual mungkin anda masih perlu melakukan labelling dengan menempelkan stiker.

Pengemasan kopi yang baik dan benar dapat membuat aroma dan rasa kopi tetap terjaga. Bila konsumen anda menyukai produk anda, maka mereka akan melakukan repeat order. Oleh karena itu perhatikan cara mengemas kopi yang baik dan benar sehingga konsumen anda puas.

Follow juga Instagram kami

5/5 - (17 votes)

Tinggalkan komentar

Mau tahu harga cetak kemasan custom atau informasi kemasan polos ready stock? Hubungi Kami.